Freight Forwarding

Bermitra dengan pelayaran - pelayaran terbaik di Indonesia seperti Tanto, SPIL, Meratus, Temas dan Samudera Indonesia demi mendukung layanan pengiriman yang berkualitas dan tepat waktu.

Trucking

Memiliki ratusan armada trailer 20ft dan 40ft yang siap untuk mendukung dalam layanan pengambilan dan pengiriman barang dari dan ke gudang customer.

Warehouse & Consolidation

Gudang konsolidasi untuk melayani pengiriman cargo parsial.

Multi Sarana Express

Sejarah Perusahaan dimulai pada tahun 1969, seiring dengan perkembangan perusahaan dan perubahan zaman, kami merasa perlu membentuk satu perusahaan sebagai wadah untuk mengembangkan dan menyesuaikan konsep kerja yang terintegrasi dengan perkembangan teknologi untuk memberikan pelayanan maksimal kepada customer.
Dan pada tahun 2009, resmi berdiri PT. Multi Sarana Express sebagai perusahaan Ekspedisi yang siap melayani pengiriman barang dengan konsep berbasis teknologi. Kunjungi Juga Tipsternet.ComBlog Tentang Artikel Menarik



Why Choose Us:



SYSTEM

Didukung tim management dan IT yang secara konstan dan terus menerus mengikuti dan memanfaatkan teknologi terbaru untuk meningkatkan kualitas layanan dan menyesuaikan dengan kebutuhan pelanggan. Kunjungi Juga Tipsternet.ComBlog Tentang Artikel Menarik


PEOPLE

Tim yang berintegritas, profesional, dan berpengalaman untuk memberikan layanan terbaik melampaui kebutuhan pelanggan. Kunjungi Juga Tipsternet.ComBlog Tentang Artikel Menarik


RELATIONSHIP

Sebagai salah satu ekspedisi muatan kapal laut berskala nasional yang tertua dan memiliki jumlah pengiriman yang terbesar, kami memiliki sejarah hubungan kerja sama yang erat dan saling menguntungkan dan didukung penuh oleh pelayaran, trucking, dan agent untuk menciptakan pelayanan yang terbaik untuk pelanggan kami. Hal ini menginspirasi kami untuk juga membangun hubungan kerja sama yang baik dan saling menguntungkan dengan semua pelanggan kami. Kunjungi Juga Tipsternet.ComBlog Tentang Artikel Menarik

What's new


Less Than Container Load (LCL) Service
11-02-2020

LCL, merupakan pengiriman barang partial menggunakan jasa Ekspedisi Muatan Kapal Laut. Hubungi PT. Sarana Trans Sumatera, untuk mendapatkan harga pengiriman terbaik barang kiriman anda di market.lcl@saranatranssumatera.com

Read more
Full Container Load (FCL)
11-02-2020

Kiriman ini setara dengan kurang lebih 20 MT (metrix tons) dengan menggunakan kontainer 40ft dan hanya 10 MT (metrix tons) jika menggunakan kontainer 20ft. Door To Door Multi Sarana Express bertanggung jawab untuk mengirimkan barang dari tempat yang ditunjuk shipper (pengirim) sampai ke gudang yang disepakati oleh consignee. Door To Port Multi Sarana Express bertanggung jawab untuk mengangkut barang dari tempat yang ditunjuk oleh shipper (pengirim) dan mengirimkan barang sampai ke pelabuhan bongkar yang disepakati. Port To Door Multi Sarana Express bertanggung jawab untuk mengangkut barang dari pelabuhan muat dan mengantarkan sampai ke gudang yang ditunjuk consignee (penerima). Port To Port Multi Sarana Express bertanggung jawab untuk memuat barang dari yard di pelabuhan muat dan mengirimkan barang sampai ke pelabuhan bongkar dan membongkar barang sampai berada diatas yard di pelabuhan bongkar.

Read more
Multi Sarana Express
11-02-2020

Sejarah Perusahaan dimulai pada tahun 1969, seiring dengan perkembangan perusahaan dan perubahan zaman, kami merasa perlu membentuk satu perusahaan sebagai wadah untuk mengembangkan dan menyesuaikan konsep kerja yang terintegrasi dengan perkembangan teknologi untuk memberikan pelayanan maksimal kepada customer.
Dan pada tahun 2009, resmi berdiri PT. Multi Sarana Express sebagai perusahaan Ekspedisi yang siap melayani pengiriman barang dengan konsep berbasis teknologi.

Read more
Bahan Bakar Low Sulfur 2020
17-02-2020

Jakarta - Setiap kapal berbendera Indonesia dan kapal asing yang beroperasi di perairan Indonesia diwajibkan untuk menggunakan bahan bakar low sulfur dengan kandungan maksimal 0,5% m/m. Kewajiban ini dilakukan mulai 1 Januari 2020 jelang pemberlakuan aturan IMO2020.

Aturan ini juga diperkuat dengan dikeluarkannya Surat Edaran Direktur Jenderal Perhubungan Laut Nomor 35 Tahun 2019 tanggal 18 Oktober 2019 tentang Kewajiban Penggunaan Bahan Bakar Low Sulfur dan Larangan Mengangkut atau Membawa Bahan Bakar yang tidak Memenuhi Persyaratan serta Pengelolaan Limbah Hasil Resirkulasi Gas Buang dari Kapal.

Direktur Perkapalan dan Kepelautan, Capt. Sudiono mengatakan kapal berbendera Indonesia maupun kapal asing harus melakukan berbagai tahapan sebelum menggunakan bahan bakar tersebut.

"Kapal berbendera Indonesia dan kapal berbendera asing yang akan menggunakan bahan bakar tersebut agar melakukan pembersihan tangki bahan bakar, sistem perpipaan dan perlengkapan lainnya yang terkait untuk memastikan kebersihan dari sisa atau endapan bahan bakar sebelumnya (bahan bakar dengan kandungan sulfur lebih besar dari 0,5% m/m) dan mengembangkan rencana penerapan di kapal (ship implementation plan) sesuai pedoman IMO MEPC.1/Circ.878," ujar Sudiono dalam keterangan tertulis, Sabtu (19/10/2019).

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa kapal berbendera Indonesia yang masih menggunakan bahan bakar dengan kandungan sulfur lebih besar dari 0,5% m/m, agar dilengkapi dengan Sistem Pembersih Gas Buang (Exhaust Gas Cleaning System) dengan jenis yang disetujui oleh Direktur Jenderal Perhubungan Laut.

Sementara itu, kapal berbendera Indonesia yang berlayar internasional dilarang mengangkut atau membawa bahan bakar dengan kandungan sulfur lebih besar dari 0,5% m/m untuk sistem propulsi/ penggerak atau bahan bakar untuk operasi peralatan lainnya di atas kapal mulai tanggal 1 Maret 2020 dan larangan ini tidak berlaku untuk kapal yang menggunakan metode alternatif misalnya menggunakan sistem pembersihan gas buang yang disetujui berdasarkan peraturan 4.1 Annex VI Konvensi MARPOL.

"Adapun kapal berbendera Indonesia yang berlayar Internasional yang menggunakan Sistem Pembersihan Gas Buang (Exhaust Gas Cleaning System/ Scrubber) tipe open loop untuk Resirkulasi Gas Buang (Exhaust Gas Recirculation/ EGR) agar memperhatikan ketentuan di negara tujuan dikarenakan beberapa negara telah melarang penggunaan Sistem Pembersihan Gas Buang (Exhaust Gas Cleaning System/ Scrubber) tipe open loop," jelasnya.

Dengan begitu, pembuangan limbah hasil resirkulasi sistem gas buang dari mesin di kapal dibuang secara langsung di perairan negaranya. Melainkan harus disimpan dalam tangki penampung di atas kapal untuk selanjutnya dibuang melalui fasilitas penerima (reception facility) yang tersedia di pelabuhan.

Untuk kapal berbendera Indonesia dan kapal berbendera asing yang akan menggunakan bahan bakar dengan kandungan sulfur maksimal 0,5% m/m, akan tersedia di pelabuhan Tanjung Priok Jakarta atau di Floating Storage Teluk Balikpapan atau pelabuhan lainnya yang sudah menyediakan mulai tanggal 1 Januari 2020.

Capt. Sudiono pun berharap dengan adanya peraturan ini pengguna jasa dan stakeholder terkait dapat tunduk terhadap implementasi penggunaan bahan bakar low sulfur. Dikarenakan Indonesia adalah salah satu negara anggota Dewan International Maritime Organization (IMO) yang berperan aktif dalam hal perlindungan lingkungan maritim.

"Oleh sebab itu, agar para Kepala Kantor Kesyahbandaran Utama, Para Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Khusus Batam dan Para Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan dapat menyampaikan kepada seluruh stakeholder terkait di wilayah kerja masing-masing serta melakukan pengawasan terhadap pemberlakuannya dan tunjukan kepada dunia bahwa Indonesia adalah Negara kepulauan yang aktif dan peduli terhadap perlindungan lingkungan maritim," tutupnya.

Sebagai informasi, kewajiban menggunakan low sulfur tersebut menunjuk pada aturan International Convention for the Prevention of Pollution from Ships (MARPOL Convention) Annex VI Regulation 14, IMO Resolution Marine Environment Protection Committee (MEPC) 307(73) : 2018 Guidelines for the Discharge of Exhaust Gas Recirculation (EGR) Bleed-Off Water, Pasal 36 Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 29 Tahun 2014 tentang Pencegahan Pencemaran Lingkungan Maritim dan Surat Edaran Direktur Jenderal Perhubungan Laut Nomor UM.003/93/14/DJPL-18 tanggal 30 Oktober 2018 tentang Batasan Kandungan Sulfur Pada Bahan Bakar dan Kewajiban Penyampaian Konsumsi Bahan Bakar di Kapal.

Sumber : Detik News

Read more